BeritaKesehatan

Unity Fest 2.0 Dibuka, SMA Plus Miftahul Ulum Gelar Pengobatan Gratis

487
×

Unity Fest 2.0 Dibuka, SMA Plus Miftahul Ulum Gelar Pengobatan Gratis

Share this article

Liputan Nusantara News .Com — Dalam rangka pembukaan Unity Fest 2.0, SMA Plus Miftahul Ulum Sumur Tengah bekerja sama dengan RSUD Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumur Tengah, Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (27/9/2026) pagi.

Bakti sosial yang dilaksanakan melalui OSIS SMA Plus Miftahul Ulum Sumur Tengah itu mendapat antusiasme dari berbagai kalangan. Peserta tidak hanya berasal dari lingkungan pesantren, tetapi juga masyarakat sekitar, wali murid, wali santri, tenaga pengajar, siswa, hingga para santri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumur Tengah Kiai Bahrullah Sodik, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Maltuful Anam, Kepala SMA Plus Miftahul Ulum Sumur Tengah Khuzairi, M.H., serta jajaran tim medis RSUD SMART Pamekasan.

Sebanyak 150 orang tercatat mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis tersebut. Jumlah itu terdiri atas 50 siswa dan 100 masyarakat umum.

Adapun layanan kesehatan yang disediakan mencakup pemeriksaan penyakit dalam, penyakit kulit, telinga hidung tenggorokan (THT), mata, serta jantung.

Kepala SMA Plus Miftahul Ulum Sumur Tengah, Khuzairi, M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian lembaga pendidikan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan.

“Kami bersyukur murid, santri dan masyarakat sekitar sangat antusias mengikuti cek kesehatan dan pengobatan gratis ini,” ujar Khuzairi.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Unity Fest 2.0, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berharap masyarakat yang mengikuti pemeriksaan dan ditemukan memiliki keluhan kesehatan dapat memperoleh penanganan yang tepat dan diberikan kesembuhan.

“Semoga Allah mengangkat segala penyakitnya dan memberikan kesembuhan. Semoga tim medis maupun penyelenggara mendapatkan pahala yang berlimpah melalui bakti sosial ini,” katanya.

Sementara itu, Tim Medis RSUD SMART Pamekasan, Ali Maksum, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan unsur rumah sakit, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat tersebut.

Menurut Ali, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari pengabdian rumah sakit kepada masyarakat. Selain memberikan pelayanan kesehatan secara langsung, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk mengetahui berbagai persoalan kesehatan yang dirasakan masyarakat di lapangan.

“Kami sangat mendukung adanya kegiatan seperti ini. Ini merupakan bentuk pengabdian kami dari rumah sakit kepada masyarakat, termasuk keluarga di pondok pesantren,” kata Ali.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, hubungan dan komunikasi antara masyarakat dengan rumah sakit dapat semakin dekat.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini rutin, mungkin setiap tahun. Sehingga kami sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit bisa langsung mengetahui persoalan yang dirasakan masyarakat dan menerima masukan dari bawah untuk perbaikan pelayanan rumah sakit,” jelasnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Maltuful Anam turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan bakti sosial tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi mengenai kesehatan, termasuk pemahaman masyarakat terhadap regulasi dan pelayanan di bidang kesehatan.

“Kami sangat bahagia dan mengapresiasi kegiatan seperti ini. DPRD memiliki tugas menyampaikan regulasi, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan, kepada masyarakat,” ujar Maltuful Anam.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi hal penting karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh internal pondok pesantren.

“Di sini bukan hanya santri atau internal pondok pesantren yang dilibatkan, tetapi juga masyarakat. Ini menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat secara langsung, khususnya berkaitan dengan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar,” katanya.

Maltuf berharap kegiatan serupa dapat semakin banyak dilaksanakan di sekolah, lembaga pendidikan, maupun pondok pesantren lainnya di Kabupaten Pamekasan dengan melibatkan masyarakat sekitar.

“Harapan saya, acara seperti ini banyak dilaksanakan oleh sekolah-sekolah atau pondok pesantren lainnya dan melibatkan masyarakat. Sekolah dan pesantren tidak hanya mengedukasi santri dan murid, tetapi juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung,” pungkasnya.

Pelaksanaan bakti sosial kesehatan tersebut menjadi salah satu rangkaian pembukaan Unity Fest 2.0 SMA Plus Miftahul Ulum Sumur Tengah. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa momentum pendidikan dan kegiatan kepesantrenan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)

(Umam Malik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *