BeritaRagam

Ning Lia dan Kecintaan pada Batik, Merawat Identitas Budaya Nusantara

243
×

Ning Lia dan Kecintaan pada Batik, Merawat Identitas Budaya Nusantara

Share this article

Liputan Nusantara News .Com — Batik bukan sekadar pilihan busana bagi Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu dikenal memiliki kecintaan terhadap batik dan kerap mengenakan kain maupun busana bercorak batik dalam berbagai agenda publik.

Mulai dari kegiatan resmi, pertemuan dengan masyarakat, agenda kebangsaan hingga kegiatan sosial, beragam motif batik menjadi bagian dari penampilannya. Pilihan tersebut sekaligus menjadi cara Ning Lia menunjukkan kedekatan dengan kekayaan budaya Nusantara.

 

Bagi Ning Lia, batik memiliki makna jauh lebih luas daripada sekadar kain bermotif. Di balik setiap coraknya terdapat identitas, kreativitas, filosofi serta perjalanan panjang budaya masyarakat Indonesia.

“Batik adalah kecantikan Nusantara. Setiap motif memiliki cerita, karakter dan keindahan masing-masing. Saat kita memakai batik, sesungguhnya kita sedang membawa serta kekayaan budaya Indonesia,” ujar Ning Lia.

Kecintaannya terhadap batik juga terlihat dari beragam busana yang dikenakan dalam menjalankan tugas sebagai senator. Motif tradisional maupun batik dengan sentuhan modern kerap dipadukan dalam berbagai kesempatan.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan motif batik yang sangat beragam. Setiap daerah memiliki ciri khas, warna dan filosofi tersendiri, sehingga batik menjadi salah satu representasi keberagaman budaya Indonesia.

“Batik bukan hanya indah untuk dipandang dan dikenakan. Di dalamnya ada karya para perajin, ada tradisi, ada nilai budaya, bahkan ada identitas daerah yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Pada momentum Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2026, Ning Lia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak memandang batik sebagai busana yang hanya digunakan dalam acara seremonial.

Menurutnya, perkembangan desain dan kreativitas para perajin membuat batik semakin fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan. Batik dapat tampil dalam gaya formal maupun santai, serta dipadukan dengan perkembangan fesyen modern.

“Anak-anak muda jangan ragu memakai batik. Batik bisa tetap modern, keren dan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya,” tutur Ning Lia.

Ia juga menekankan bahwa kecintaan terhadap batik tidak berhenti pada mengenakannya. Dukungan terhadap perajin dan pelaku UMKM batik menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem batik sekaligus memastikan warisan budaya tersebut terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Bagi Ning Lia, batik telah menjadi bagian dari identitas yang melekat pada penampilannya sebagai seorang senator. Dari motif tradisional hingga sentuhan kontemporer, pilihan tersebut menjadi salah satu cara untuk menyampaikan kecintaan terhadap kekayaan budaya Indonesia.

“Karena batik bukan sekadar busana. Batik adalah identitas, kebanggaan, dan kecantikan Nusantara yang harus terus kita rawat bersama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *